nurulislam.id – TPQ Nurul Islam terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas kemampuan para santrinya. Tidak hanya fokus pada kelancaran membaca dan hafalan, kini TPQ Nurul Islam secara resmi memperkuat kurikulumnya dengan Program Belajar Menulis Al-Qur'an. Program ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan motorik sekaligus memperdalam pemahaman santri terhadap ayat-ayat suci.
Metode Efektif: Tulis yang Dibaca, Baca yang Ditulis
Program ini membawa misi besar untuk menyelaraskan antara mata, tangan, dan hati. Dengan motto yang inspiratif, "Tulis Apa yang Kamu Baca dan Baca Apa yang Kamu Tulis," para santri diajak untuk tidak sekadar melihat huruf, tetapi juga meresapi setiap goresan pena yang mereka bentuk menjadi ayat.
Metode ini diyakini memiliki dampak positif yang signifikan, di antaranya:
Memperkuat Hafalan: Menulis ayat membantu otak merekam bentuk kata secara lebih detail, sehingga hafalan menjadi lebih kuat (mutqin).
Ketelitian Bacaan: Dengan menulis, santri akan lebih teliti dalam memperhatikan tanda baca (harakat) dan huruf-huruf yang serupa.
Melatih Kesabaran: Seni menulis Al-Qur'an melatih ketekunan dan kerapian santri sejak usia dini.
Dukungan untuk Kemampuan Baca dan Hafal
Kepala TPQ Nurul Islam menjelaskan bahwa program menulis ini merupakan pelengkap yang sempurna untuk program tahfidz dan tahsin yang sudah berjalan.
"Banyak santri yang lancar membaca, namun ketika diminta menuliskan kembali, mereka sering ragu. Dengan program ini, kami ingin kemampuan mereka seimbang. Ketika mereka menulis apa yang dibaca, memori visual mereka akan bekerja lebih kuat untuk mendukung hafalan," ungkapnya.
Antusiasme Santri di Kelas Menulis
Dalam pelaksanaannya, para santri nampak sangat antusias. Berbekal buku tulis khusus dan alat tulis, mereka dengan tekun menyalin potongan ayat demi ayat. Suasana kelas menjadi lebih tenang dan produktif saat para santri berkonsentrasi menghasilkan tulisan yang rapi dan benar sesuai kaidah khat.
Melalui program belajar menulis ini, TPQ Nurul Islam berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya pandai melantunkan Al-Qur'an dengan merdu, tetapi juga mahir mengabadikannya dalam tulisan, menjaga warisan literasi Islam dengan tangan mereka sendiri.
