nurulislam.id – Puluhan Santri TPQ Nurul Islam dibuat terpukau dalam acara "Dongeng Ramadhan Ceria" yang berlangsung meriah pada Kamis, 26 Februari 2026. Menghadirkan pendongeng multitalenta, Kak Yassir Lee Mikler, suasana masjid berubah menjadi panggung penuh keajaiban dan sarat makna edukasi.
Dengan gaya khasnya yang energetik dan interaktif, Kak Yassir Lee Mikler berhasil menghipnotis perhatian para santri sejak menit pertama. Bukan sekadar bercerita, Kak Yassir membawa pesan-pesan moral tentang kejujuran, keutamaan berbagi di bulan puasa, dan pentingnya berbakti kepada orang tua melalui karakter-karakter suara yang lucu.
"Senang sekali melihat antusiasme anak-anak. Melalui dongeng, pesan agama jadi lebih mudah diterima tanpa merasa sedang digurui," ujar salah satu pengajar TPQ Nurul Islam.
Kak Yassir menunjukkan kepiawaiannya dalam teknik impersonate (menirukan suara) yang luar biasa. Para santri diajak bertemu dengan:
Kakek Ghana: Sosok bijaksana dengan suara serak khas orang tua.
Santri Kay: Representasi santri yang ceria dan penuh semangat.
Jojo: Karakter antagonis yang menjadi bumbu cerita sekaligus pembelajaran tentang hal-hal yang harus dihindari selama berpuasa.
Kehadiran Nyet-nyet, boneka monyet jenaka milik Kak Yassir, menjadi bintang utama yang memicu gelak tawa. Melalui dialog lucu antara Kak Yassir dan Nyet-nyet, pesan mengenai pentingnya berbakti kepada orang tua dan meneladani kisah para Sahabat Nabi tersampaikan dengan sangat ringan namun berkesan.
Tak hanya bercerita, Kak Yassir menyisipkan aksi sulap yang membuat para santri melongo keheranan. Dalam satu atraksi, sehelai pita tiba-tiba berubah menjadi tongkat milik Kakek Ghana, yang melambangkan kekuatan keteguhan iman.
Momen paling menyentuh adalah eksperimen "Air Dosa". Kak Yassir menunjukkan segelas air putih yang perlahan berubah menjadi keruh, yang diibaratkan sebagai hati manusia yang tertutup dosa. Namun, dengan analogi amalan puasa dan bertaubat, air tersebut kembali menjadi bening dan suci.
"Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi cara Allah membersihkan kembali hati kita yang sempat kotor," pesan Kak Yassir di sela atraksinya.
Acara berlangsung sangat interaktif. Kak Yassir seringkali turun langsung mendekati barisan santri, mengajak mereka berdialog, dan memberikan kuis berhadiah. Santri yang berhasil menjawab tantangan seputar kisah Sahabat Nabi mendapatkan uang tunai yang menambah semangat mereka.
Keseruan sore itu ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat. Begitu azan maghrib berkumandang, seluruh santri, pengajar, dan wali santri melaksanakan buka puasa bersama. Kegiatan diakhiri dengan sholat maghrib berjamaah, memperkuat tali silaturahmi dan spiritualitas di bulan suci.
Kepala TPQ Nurul Islam berharap kegiatan ini dapat memberikan energi positif bagi para santri agar lebih semangat menjalankan sisa hari di bulan Ramadhan.



