nurulislam.id – Dalam rangka memperkuat ikatan ukhuwah dan menggali potensi generasi muda, Mushola Nurul Islam menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Ngobrol Santai dan Pembekalan Remaja TPQ Nurul Islam" pada Senin malam (16/02).
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh para remaja di lingkungan TPQ dengan tujuan membekali mereka menghadapi tantangan masa depan melalui pendekatan yang lebih akrab dan menyenangkan.
Tiga Kompetensi Dasar untuk Remaja
Ketua Yayasan Nurul Islam, Bowo Priyanto, S.Kom, dalam pembukaannya menekankan pentingnya peran aktif remaja di era sekarang. Beliau memaparkan bahwa untuk menjadi pribadi yang unggul, remaja harus memiliki tiga kompetensi dasar:
Kompetensi Teknis: Kemampuan praktis dalam bidang tertentu.
Kompetensi Manajerial: Kemampuan mengelola waktu, diri, dan organisasi.
Kompetensi Sosial Kultural: Kemampuan berinteraksi dan beradaptasi dalam masyarakat yang beragam.
"Sebagai remaja, kalian harus mulai melangkah lebih aktif. Tiga kompetensi ini adalah bekal utama kalian untuk terjun ke masyarakat nantinya," pesan Bowo Priyanto.
Wadah Silaturahmi yang Positif
Senada dengan hal tersebut, Kepala TPQ Nurul Islam, Dono Haryono, menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ajang silaturahmi. Ia berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan baik antar-remaja agar tercipta lingkungan yang suportif di sekitar mushola.
Menggali Potensi dan Harapan
Memasuki sesi teknis, Lila Usmawati, A.Ma, selaku Wakil TPQ Nurul Islam, mengajak para peserta untuk lebih terbuka mengenai harapan mereka. Sesi ini difokuskan untuk menggali potensi terpendam para remaja serta mendengar masukan mereka terkait pelaksanaan kegiatan di TPQ Nurul Islam ke depannya.
Acara ditutup dengan penuh keakraban. Panitia berharap melalui "Ngobrol Santai" ini, para remaja semakin bersemangat untuk berkontribusi dan meramaikan kegiatan positif di Mushola Nurul Islam. Sebab, seperti pesan dalam undangannya: "Tanpa kehadiranmu, akan terasa kurang seru!"
