nurulislam.id – Semangat menyambut bulan suci Ramadhan mulai terasa di lingkungan Perum Permata Wonorejo. Pada Ahad pagi (15/02/2026), Pengurus Musholla Nurul Islam sukses menyelenggarakan acara "Tarhib Ramadhan & Sarapan Bersama" dengan tema menyentuh: “Bersemi Kembali dalam Dekapan Ramadhan”.
Acara yang dimulai pukul 05:30 WIB ini dihadiri oleh puluhan warga yang antusias memenuhi ruangan Musholla. Kehadiran narasumber Ust. Mohammad Bahak Asadullah, Lc. M.A. memberikan pencerahan ruhani yang mendalam bagi jamaah sebagai bekal memasuki bulan puasa.
Dipandu Moderator Kondang dan Lantunan Suci Santri
Acara yang dimulai pukul 05:30 WIB ini berlangsung meriah namun tetap khidmat, apalagi dengan kehadiran Heru Pramono, S.Sos., moderator kondang dari TATV, yang memandu jalannya acara dengan gaya khasnya yang komunikatif dan menghidupkan suasana.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan sari tilawah yang dibawakan dengan khidmat oleh santri TPQ Nurul Islam, Muhammad Akram Al-Hisyam dan Feliq Hauzan Ali. Penampilan para santri ini menambah kekhusyukan sekaligus menjadi bukti nyata pembinaan generasi muda di lingkungan musholla.
Dalam sambutannya, Ketua Takmir Musholla Nurul Islam, Yosesano Hendarsyah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh warga. Beliau menekankan bahwa acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan untuk mempererat kerukunan antar warga.
Syukur Atas Kesempatan Hidup
Dalam tausiyahnya, Ust. Mohammad Bahak menekankan pentingnya rasa syukur saat kita masih diberi usia untuk menjumpai Ramadhan. Beliau mengutip anjuran Nabi SAW mengenai tiga hal yang patut disyukuri saat terbangun di pagi hari:
Kesehatan: Kemampuan fisik untuk menjalankan ibadah.
Kembalinya Ruh: Kesempatan hidup yang diberikan Allah untuk terus beramal.
Nikmat Beribadah: Menghadiri majlis ilmu yang nilainya setara dengan ibadah besar di sisi Allah.
Rahasia Mimpi dan Kemuliaan Ramadhan
Ust. Bahak juga memaparkan materi menarik mengenai jenis-jenis mimpi. Beliau menjelaskan perbedaan antara mimpi sebagai basyirah (kabar gembira dari Allah) dan mimpi yang berasal dari gangguan setan yang sering kali membingungkan.

Terkait persiapan Ramadhan, beliau mengingatkan bahwa amalan di bulan ini dilipatgandakan secara luar biasa.
"Amalan yang konsisten, meski tampak biasa, bisa mengantarkan seseorang ke surga. Terlebih di bulan Ramadhan, pahala umrah setara dengan haji, dan satu kebaikan dinilai sepuluh kali lipat," jelas beliau.
Beliau juga mendorong jamaah untuk mengejar Lailatul Qadar dengan menjaga istiqamah shalat berjamaah, khususnya Isyak dan Subuh, serta menargetkan bacaan Al-Qur'an minimal satu juz sehari.
Kebersamaan yang Guyub
Setelah sesi ilmu, suasana semakin hangat dengan acara Sarapan Bersama. Momen ini menjadi sarana silaturahmi yang efektif antar warga untuk mempererat kerukunan sebelum memasuki bulan penuh ampunan. Keceriaan semakin bertambah saat pengundian doorprize menarik bagi warga yang beruntung.
Ketua Pengurus Musholla Nurul Islam berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik semangat jamaah untuk memakmurkan musholla selama bulan Ramadhan nanti, baik melalui shalat Tarawih, tadarus, maupun kegiatan pengajian anak-anak.
